logo-new

  
  
  

Resensi Buku Tips Menjadi Pengajar Sukses Seperti Nabi

Ketika mendengar kata “ guru “ , mungkin tergambar dalam benak kita adalah yang pandai mengajar. Gambaran umum yang tidak sepenuhnya salah. Namun apakah hanya itu? Tiada seorang muslim pun yang ragu bahwa Nabi Muhammad SAW  adalah teladan sempurna dalam segala sisi kehidupan. Tiada satu sisi pun melainkan telah berada di puncak kesempurnaan yang mungkin terjadi pada diri manusia. Termasuk dalam hal mengajarkan ilmu, sebagai guru.  Bahkan ini diabadikan dalam Al Qur’an dan Hadist . Oleh karena itu siapa yang ingin mengetahui seluk beluk pengajaran sehingga berhasil, dan memiliki seorang panutan terpercaya, ia tidak akan menemukan yang setara dengan Nabi kita SAW yang suci.  Apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang pengajar?  Metode apa saja yang bisa ditempuh ? Sarana apa saja yang bias  digunakan? Buku dengan judul :” TIPS MENJADI PENGAJAR SUKSES SEPERTI NABI SAW “ dengan gambling akan menjawab pertanyaan tersebut, berdasar teladan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dengan keutamaan dari Allah SWT, dari pembahasan buku tersebut telah  nampak sejumlah perkara, diantaranya :

  1. Allah  SWT  mengutus Nabi kita  yang  mulia sebagai seorang  guru.

Allah SWT  berfirman:”  Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat  Kami kepadamu ) Kami telah mengutus kepadamu  seorang rasul diantara kamu yang membacakan ayat– ayat  Kami kepada kamu , menyucikankamu, dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah ), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (AlBaqarah : 151 )

2. Beliau Nabi SAW sangat bersemangat mengajarkan kebaikan kepada manusia. Beliau melakukannya  disetiap waktu dan tempat yang sesuai . Beliau mengajarkan kaum lelaki maupun  perempuan , para pemuda dan anak – anak, para kerabat dan shahabat, orang badui serta orang – orang yang baru masuk  Islam. Beliau selalu memanfaatkan untuk ta’lim.

3. Beliau SAW sangat antusias untuk menarik  perhatian para pelajar, dengan cara beliau mendekat kepada para pelajar saat ta’lim , menyuruh mereka (memperhatikan), menghadap ke arah mereka dan menganjurkan agar  juga menghadap ke  arah  beliau.

4. Beliau SAW selalu berupaya menyenangkan hati para pelajar dan mewujudkan kasih sayang dan cinta kepada mereka. Hal itu beliau lakukan dengan cara ucapan selamat  datang,  memanggil nama dan kunyah mereka, menyentuh bagian badan mereka (mengusap kepala, memegang pundak), serta menepuk mereka dengan tangan atau kaki.

Al Imam Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Abu Said Al Khudrir.a. Dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda : “ Akan ada beberapa kaum yang mendatangi kalian untuk mencari ilmu.  Jika  kalian  melihat mereka, sampaikanlah kepada mereka : “ Marhaban, marhaban, dengan wasiat Rasulullah SAW.  Buatlah mereka merasa cukup.”

Saya bertanya kepada  Al Hakam : “ Apa maksud buatlah mereka merasa cukup ?” Ia menjawab “Ajari mereka ilmu.”

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar  r.a. ia bercerita : “ Rasulullah  SAW memegang kedua pundakku , lalu bersabda : “ Jadilah kamu  di dunia ini seakan – akan  orang asing, atau seperti seorang yang sedang dalam perjalanan .” (Shahih Al Bukhari)

5. Beliau SAW sangat bersungguh – sungguh untuk membuat para pelajar memahami perkataan beliau . Beliau menerangkan maksudnya dan menguatkannya dalam pikiran mereka . Beliau selalu berbicara dengan jelas dan pelan, mengulang – ulang ucapan, menggunakan isyarat dan tulisan,  menggunakan metode perbandingan dan berurutan, sebagaimana beliau juga mengajar dengan praktek .

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dari  Abu  Musa  r.a .Ia berkata : “ Rasulullah  SAW bersabda, “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan.”  Kemudian beliau menjalinkan antara jari jemari beliau.” (Shahih Al Bukhari)

6. Beliau mengajak para pelajar untuk terlibat dalam pelajaran. Hal itu beliau lakukan dengan metode bertanya dan melemparkan soal – soal kepada mereka di tengah pelajaran. (Hadits – hadits  yang  berhubungan dengan metode bertanya adalah hadits tentang bertanya nama hari Nahr / penyembelihan / ‘idul adha , hadits tentang pertanyaan sebuah pohon  yang serupa dengan seorang muslim, dll.)

7. Beliau  SAW  menggunakan kiasan ketika membahas perkara – perkara  yang menyangkut hal – hal keji dan aurat . Meskipun begitu, beliau tidaklah meninggalkan pengajaran  yang mesti diajarkan hanya karena malu .

Al  Imam  Muslim  meriwayatkan dari Ibnu  Umar  r.a .dari Nabi  SAW  beliau bersabda: “Perumpamaan seorang munafik itu seperti domba betina yang kebingungan diantara dua kawanan domba, terkadang berlari kesana terkadang kesini.” (Shahih Muslim)

Sebagaimana pula firman  Allah SWT di dalam surat An Nisa’: 143.

8. Beliau SAW memberi kesempatan kepada para shahabatnya untuk bertanya, member mereka semangat untuk bertanya dengan memuji pertanyaan yang bagus, dan menjawab lebih dari materi yang ditanyakan. Beliau SAW juga memberikan jawaban dengan penyerupaan dan perbandingan. Beliau akan diam terhadap hal yang beliau tidak ketahui. Beliau akan marah terhadap pertanyaan yang menyusahkan.

Al Imam meriwayatkan dari Qais, ia berkata : Rasulullah bersabda: “ Demi Allah! Tiadalah dunia itu jika dibandingkan akhirat melainkan seperti celupan jari salah seorang kalian Yahya (perawi)  mengisyaratkan dengan jari telunjuknya kedalam lautan. Perhatikan seberapa (air laut) yang diperoleh jari itu.” (Shahih Muslim)

9. Beliau memberi kelapangan  kepada para muridnya untuk meminta diulangi dan berdiskusi untuk mengetahui dan memahami. Beliau juga menerima apabila diingatkan saat lupa. Beliau juga memberi mereka kesempatan untuk bercerita di hadapan beliau. Sebagaimana beliau memberikan pula kesempatan kepada pelajar untuk mengulang – ulang pelajaran kepada beliau.

10. Dalam berinteraksi bersama pelajar, beliau telah sampai pada puncak ketawadhu’an, kelemahlembutan , dan mengutamakan kepentingan mereka daripada diri dan keluarga beliau sendiri. Hanya saja beliau akan marah tatkala seseoarang melakukan kesalahan yang tidak selayaknya dilakukan. Beliau marah pula tatkala seorang yang cerdik pandai ternyata kurang memahami.

11.Beliau SAW mengetahui prestasi para muridnya . Beliau juga menjaga kondisi mereka saatta’lim, sebagaimana beliau juga memuliakan orang yang utama dari kalangan shahabat. Beliau selalu mencermati pengaruh ucapan dan perkataan beliau terhadap mereka, serta merasa kehilangan orang yang tidak nampak hadir.

12.  Beliau SAW adalah seorang  guru yang memberikan kemudahan. Beliau juga menganjurkan agar mempelajari hal yang dimampui dan mudah.

Pesan penulis buku :

“Saya berpesan untuk diriku dan para pengajar baik laki – laki maupun wanita di belahan timur dan barat, supaya meneladani shirah Nabi SAW dalam bidang pengajaran. Karena beliau SAW adalah pengajar terbaik di muka bumi ini.”

SEMOGA KITA SEBAGAI GURU DAPAT MENELADANI RASULULLAH SAW.

LA TANSA, IQRA’ IQRA’ IQRA’!

Penulis    :  Dr.FadhlIlahi

Penerbit  : Pustaka ArRayyan

Oleh : Farhiyah Mascatty, S Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

icon

Info

SD Muhammadiyah 2 Denpasar
Jl. Halmahera No. 24 Denpasar - Bali
Telp. 0361 - 225753
Fax. 0361 - 256388
email: sdmuh2_dps@yahoo.com

Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Location Map

peta

View SD Muhammadiyah 2 Denpasar in a larger map

Tautan

kemendiknas

NISN