logo-new

  
  
  

Artikel

Kurikulum 2013

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan

pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu (Undang – undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional)

A.    Pengembangan kurikulum 2013 berdasarkan pada faktor internal dan faktor eksternal :

 

a.      Faktor Internal

Tuntutan Pendidikan Nasional yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasioanl Pendidikan yakni Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi  Lulusan (SKL), Standar Pendidik dan Tenaga Pendidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan yang harus dipenuhi oleh setiap penyelenggara pendidikan atau pada  setiap satuan pendidikan, yang tentu membutuhkan sumberdaya manusia yang handal dan pembiayaan yang besar. Tantangan lainya adalah faktor penduduk Indonesia pada usia produktif  mencapai 70 %, jauh lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif. Bagaimana upaya pemerintah dalam menyiapkan SDM dimasa yang akan datang agar  dapat  mengimbanginya sesuai tuntutan zaman.

b.      Faktor Eksternal

a.       Arus globalisasi yang subtansinya pada gelombang kemajuan teknologi dan informasi, perkembangan industri, kreasi, kreatifitas budaya dan perkembanagan dunia pendidikan dikancah internasional. Derasnya arus globalisasi yang ditandai dengan bebagai inovasi disegala bidang menjadikan bergesernya pola –pola kehidupan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat yang modern dan serba canggih dengan adanya teknologi ICT maupun industri lainnya. Selain itu kenyataan masih kurang memuaskan hasil  anak- anak Indonesia pada  ajang peran serta  di  studi Internasional Trends  in Internatioanal Mathematics and Science Studi (TIMSS) dan  Program for International Student Assesment (PISA), hal ini dikarenakan uji materi jauh dan menyimpang dari  muatan kurikukum yang diterapkan di indonesia .

Melihat dari faktor – faktor di atas, maka sudah sewajarnya bangsa Indonesia, terutama paradigma pendidikan harus menata kembali dunia pendidikan di  abad globalisasi ini. Karena mau tidak mau  bangsa ini terus akan dihadapkan dengan berbagai tantangann adanya subtstansi derasnya gelombang kemajuan teknologi, informasi, industri, kreasi dan kreatifitas budaya serta mutu teknosains  dalam dunia pendidikan  serta dalam pemenuhan 8 standar pendidikan Nasional.

B . Landasan Yuridis 

1. UUD 1945, Undang – undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Permendikbud No. 54 th 2013 tentang Standar Penialaian Pendidikan (SKL), Permendikbud No.65 th 2013  tentang Standar Proses Pendidikan, Permendikbud No.66 th 2013 tentang standar penilaian, Permendikbud No.67 th 2013 tentang kerangka dasar struktur kurikulum SD, Madrasah/Ibtidaiyah.

C. Muatan Kurikulum 2013

1.      Sebagai pola penyempurnaan kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang antara lain SKL diturunkan dari standar Isi sedangkan pada kurikulum 2013 SKL diturunkan dari kebutuhan, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dari mata pelajaran menjadi Kompetensi Inti (KI)  yang bebas mata pelajaran, dan semua mata pelajaran berkontribusi pada pembentukan sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Kompetensi inti dirancang  sebagai berikut  1. Kompetensi Inti -1 (KI -1) untuk kompetensi inti sikap spiritual. 2. Kompetensi Inti -2 (KI -2) untuk kompetensi inti sosial,  Kompetensi Inti -3 (KI -3) untuk kompetensi inti pengetahuan, dan Kompetensi Inti -4 ( KI -4 ) untuk kompetensi ketrampilan.

2.      Mengedepankan domain sikap melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati dan mengamalkan. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar  dan mencipta.

3.      Sedangkan domain Pengetahuan melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisa dan mengevaluasi.

4.      Penialain mengunakan Autentic Assesment  yakni penilain kinerja, penilaian proyek, penilaian portofolio, dan penilaian Test tertulis. Prinsip Autentic Assesment  untuk mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi, menekankan pada pertanyaan bukan hafalan, mengukur proses kerja  dan hasil kerja siswa, menggunakan portofolio pembelajaran siswa, dan test tertulis pilihan ganda (PG), isian dan Esay

5.      Pola Pembelajar (siswa) sebagai pusat kegiatan yang interaktif, lingkungan jejaring  pada konteks dunia nyata, aktif menyelidiki, pembelajaran berbasis Tim/kelompok, perilaku memberdayakan pada kaidah keterikatan untuk menggunakan semua panca indra, penggunaan multi media dan pembelajaran yang kooperatif.

6.      Pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Denpasar melalui tahapan yaitu: 1) Juli 2013 : Kelas I, IV    2) Juli 2014 : Kelas I, II, IV, V            3) Juli 2015 : kelas I, II, III, IV, V, VI

7.      Pembelajaran pada kelas I dan Kelas IV  dilaksanakan melalui pendekatan tematik terpadu Juli 2013, sedangkan pada kelas II dan III  saat  ini (th pelajaran 2013/2014) dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas V dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran (Kurikulum KTSP)

8.      Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 35 menit. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. Holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya). Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 . Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran dan 5 muatan lokal serta pengembangan diri. Kompetensi Lulusan : Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Kedudukan mata pelajaran (ISI).  Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.Pendekatan (ISI) : Tematik Terpadu

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam implementasai kurikulum 2013, sudah jelas untuk mengarahkan pada perubahan pola kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan dituntut untuk menerapkan pembelajaran pakem yang berbasis tim serta penilaian berbasis pada autentic assesmen.

Oleh : Siti Nurhamidah, S Pd

Resensi Buku Tips Menjadi Pengajar Sukses Seperti Nabi

Ketika mendengar kata “ guru “ , mungkin tergambar dalam benak kita adalah yang pandai mengajar. Gambaran umum yang tidak sepenuhnya salah. Namun apakah hanya itu? Tiada seorang muslim pun yang ragu bahwa Nabi Muhammad SAW  adalah teladan sempurna dalam segala sisi kehidupan. Tiada satu sisi pun melainkan telah berada di puncak kesempurnaan yang mungkin terjadi pada diri manusia. Termasuk dalam hal mengajarkan ilmu, sebagai guru.  Bahkan ini diabadikan dalam Al Qur’an dan Hadist . Oleh karena itu siapa yang ingin mengetahui seluk beluk pengajaran sehingga berhasil, dan memiliki seorang panutan terpercaya, ia tidak akan menemukan yang setara dengan Nabi kita SAW yang suci.  Apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang pengajar?  Metode apa saja yang bisa ditempuh ? Sarana apa saja yang bias  digunakan? Buku dengan judul :” TIPS MENJADI PENGAJAR SUKSES SEPERTI NABI SAW “ dengan gambling akan menjawab pertanyaan tersebut, berdasar teladan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dengan keutamaan dari Allah SWT, dari pembahasan buku tersebut telah  nampak sejumlah perkara, diantaranya :

  1. Allah  SWT  mengutus Nabi kita  yang  mulia sebagai seorang  guru.

Allah SWT  berfirman:”  Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat  Kami kepadamu ) Kami telah mengutus kepadamu  seorang rasul diantara kamu yang membacakan ayat– ayat  Kami kepada kamu , menyucikankamu, dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah ), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (AlBaqarah : 151 )

2. Beliau Nabi SAW sangat bersemangat mengajarkan kebaikan kepada manusia. Beliau melakukannya  disetiap waktu dan tempat yang sesuai . Beliau mengajarkan kaum lelaki maupun  perempuan , para pemuda dan anak – anak, para kerabat dan shahabat, orang badui serta orang – orang yang baru masuk  Islam. Beliau selalu memanfaatkan untuk ta’lim.

3. Beliau SAW sangat antusias untuk menarik  perhatian para pelajar, dengan cara beliau mendekat kepada para pelajar saat ta’lim , menyuruh mereka (memperhatikan), menghadap ke arah mereka dan menganjurkan agar  juga menghadap ke  arah  beliau.

4. Beliau SAW selalu berupaya menyenangkan hati para pelajar dan mewujudkan kasih sayang dan cinta kepada mereka. Hal itu beliau lakukan dengan cara ucapan selamat  datang,  memanggil nama dan kunyah mereka, menyentuh bagian badan mereka (mengusap kepala, memegang pundak), serta menepuk mereka dengan tangan atau kaki.

Al Imam Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Abu Said Al Khudrir.a. Dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda : “ Akan ada beberapa kaum yang mendatangi kalian untuk mencari ilmu.  Jika  kalian  melihat mereka, sampaikanlah kepada mereka : “ Marhaban, marhaban, dengan wasiat Rasulullah SAW.  Buatlah mereka merasa cukup.”

Saya bertanya kepada  Al Hakam : “ Apa maksud buatlah mereka merasa cukup ?” Ia menjawab “Ajari mereka ilmu.”

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar  r.a. ia bercerita : “ Rasulullah  SAW memegang kedua pundakku , lalu bersabda : “ Jadilah kamu  di dunia ini seakan – akan  orang asing, atau seperti seorang yang sedang dalam perjalanan .” (Shahih Al Bukhari)

5. Beliau SAW sangat bersungguh – sungguh untuk membuat para pelajar memahami perkataan beliau . Beliau menerangkan maksudnya dan menguatkannya dalam pikiran mereka . Beliau selalu berbicara dengan jelas dan pelan, mengulang – ulang ucapan, menggunakan isyarat dan tulisan,  menggunakan metode perbandingan dan berurutan, sebagaimana beliau juga mengajar dengan praktek .

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dari  Abu  Musa  r.a .Ia berkata : “ Rasulullah  SAW bersabda, “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan.”  Kemudian beliau menjalinkan antara jari jemari beliau.” (Shahih Al Bukhari)

6. Beliau mengajak para pelajar untuk terlibat dalam pelajaran. Hal itu beliau lakukan dengan metode bertanya dan melemparkan soal – soal kepada mereka di tengah pelajaran. (Hadits – hadits  yang  berhubungan dengan metode bertanya adalah hadits tentang bertanya nama hari Nahr / penyembelihan / ‘idul adha , hadits tentang pertanyaan sebuah pohon  yang serupa dengan seorang muslim, dll.)

7. Beliau  SAW  menggunakan kiasan ketika membahas perkara – perkara  yang menyangkut hal – hal keji dan aurat . Meskipun begitu, beliau tidaklah meninggalkan pengajaran  yang mesti diajarkan hanya karena malu .

Al  Imam  Muslim  meriwayatkan dari Ibnu  Umar  r.a .dari Nabi  SAW  beliau bersabda: “Perumpamaan seorang munafik itu seperti domba betina yang kebingungan diantara dua kawanan domba, terkadang berlari kesana terkadang kesini.” (Shahih Muslim)

Sebagaimana pula firman  Allah SWT di dalam surat An Nisa’: 143.

8. Beliau SAW memberi kesempatan kepada para shahabatnya untuk bertanya, member mereka semangat untuk bertanya dengan memuji pertanyaan yang bagus, dan menjawab lebih dari materi yang ditanyakan. Beliau SAW juga memberikan jawaban dengan penyerupaan dan perbandingan. Beliau akan diam terhadap hal yang beliau tidak ketahui. Beliau akan marah terhadap pertanyaan yang menyusahkan.

Al Imam meriwayatkan dari Qais, ia berkata : Rasulullah bersabda: “ Demi Allah! Tiadalah dunia itu jika dibandingkan akhirat melainkan seperti celupan jari salah seorang kalian Yahya (perawi)  mengisyaratkan dengan jari telunjuknya kedalam lautan. Perhatikan seberapa (air laut) yang diperoleh jari itu.” (Shahih Muslim)

9. Beliau memberi kelapangan  kepada para muridnya untuk meminta diulangi dan berdiskusi untuk mengetahui dan memahami. Beliau juga menerima apabila diingatkan saat lupa. Beliau juga memberi mereka kesempatan untuk bercerita di hadapan beliau. Sebagaimana beliau memberikan pula kesempatan kepada pelajar untuk mengulang – ulang pelajaran kepada beliau.

10. Dalam berinteraksi bersama pelajar, beliau telah sampai pada puncak ketawadhu’an, kelemahlembutan , dan mengutamakan kepentingan mereka daripada diri dan keluarga beliau sendiri. Hanya saja beliau akan marah tatkala seseoarang melakukan kesalahan yang tidak selayaknya dilakukan. Beliau marah pula tatkala seorang yang cerdik pandai ternyata kurang memahami.

11.Beliau SAW mengetahui prestasi para muridnya . Beliau juga menjaga kondisi mereka saatta’lim, sebagaimana beliau juga memuliakan orang yang utama dari kalangan shahabat. Beliau selalu mencermati pengaruh ucapan dan perkataan beliau terhadap mereka, serta merasa kehilangan orang yang tidak nampak hadir.

12.  Beliau SAW adalah seorang  guru yang memberikan kemudahan. Beliau juga menganjurkan agar mempelajari hal yang dimampui dan mudah.

Pesan penulis buku :

“Saya berpesan untuk diriku dan para pengajar baik laki – laki maupun wanita di belahan timur dan barat, supaya meneladani shirah Nabi SAW dalam bidang pengajaran. Karena beliau SAW adalah pengajar terbaik di muka bumi ini.”

SEMOGA KITA SEBAGAI GURU DAPAT MENELADANI RASULULLAH SAW.

LA TANSA, IQRA’ IQRA’ IQRA’!

Penulis    :  Dr.FadhlIlahi

Penerbit  : Pustaka ArRayyan

Oleh : Farhiyah Mascatty, S Pd

 

icon

Info

SD Muhammadiyah 2 Denpasar
Jl. Halmahera No. 24 Denpasar - Bali
Telp. 0361 - 225753
Fax. 0361 - 256388
email: sdmuh2_dps@yahoo.com

Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Location Map

peta

View SD Muhammadiyah 2 Denpasar in a larger map

Tautan

kemendiknas

NISN